Kecemasan ยท 3 menit
Panic attack adalah gelombang ketakutan intens yang datang tiba-tiba, disertai gejala fisik: jantung berdebar kencang, sesak napas, gemetar, pusing, dan rasa seperti akan mati atau "gila".
Panic attack tidak berbahaya secara fisik, meski terasa mengancam jiwa. Ini adalah aktivasi sistem fight-or-flight yang "salah alarm" โ tanpa ancaman nyata di luar.
Yang membuat panik berlanjut: Takut terhadap panic attack itu sendiri. Menghindari situasi yang memicunya. Siklus ini (panic โ takut panik โ panik) yang perlu diputus.
Saat panic attack terjadi: Ingatkan dirimu โ "Ini panic attack. Tidak berbahaya. Akan berlalu." Fokus pada pernapasan lambat: tarik 4 hitungan, buang 6 hitungan. Satu tangan di dada, satu di perut.
Jangan melawan atau melarikan diri dari sensasinya โ ini paradoksnya. Resistance amplifies panic. Observe sensasinya dengan rasa ingin tahu, bukan ketakutan.
Jika panic attack sering terjadi dan mengganggu aktivitas, terapi CBT (khususnya Exposure Therapy) sangat efektif. Jangan hanya manage gejalanya โ tangani akarnya.