Pola Pikir · 3 menit
Perfeksionisme sering terlihat seperti standar tinggi, padahal sebenarnya adalah ketakutan akan kegagalan atau penilaian orang lain.
Perfeksionisme berbiaya tinggi: menunda-nunda, kelelahan, dan paradoksnya — sering menghasilkan kualitas yang *lebih rendah* karena stres yang berlebihan.
Perbedaan perfeksionisme dan standar tinggi: Standar tinggi = "Saya ingin melakukan yang terbaik." Perfeksionisme = "Kalau tidak sempurna, saya tidak berharga."
Ciri khas: Semua-atau-tidak sama sekali. Sulit menerima pujian. Fokus pada kekurangan meski sudah mencapai banyak.
Langkah pertama: Perhatikan kapan standar kamu bukan tentang kualitas, tapi tentang harga diri. Di situ perfeksionisme bersembunyi.